Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 03 Maret 2012

BERPIKIR & PEMECAHAN MASALAH


BERPIKIR
&
PEMECAHAN MASALAH

Berpikir adalah proses sensoris, mengingat dalam belajar, mempersepsi dan memori atau ingatan menggunakan lambang, visual atau grafis  dengan menarik kesimpulan serta problem solving.
Berpikir bertujuan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan atau decision making, memecahkan permasalahan dan yang menghasilkan yang baru atau creativity.

CARA BERPIKIR
1.      Autistik atau melamun: fantasia atau mengkhayal dan juga cara berpikir wish full thinking atau melarikan diri dari kenyataan
2.      Realistic atau reasoning atau nalar, berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata, dengan dua model:
-          Deduktif: mengambil keputusan dari dua pernyataan dari hal-hal yang umum ke hal-  hal yang khusus
-          Induktif  : dimulai dari mengambil kesimpulan yang khusus ke yang umum
3.      Evaluatif, yaitu berpikir kritis, menilai baik atau buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan sehingga akan menambah atau mengurangi gagasan. Prilaku kita sehari-hari lebih berpikir analogis daripada logis, yakni menetapkan keputusan, memecahkan masalah dan melahirkan gagasan baru
4.      Kreatif, yaitu berpikir yang dilakukan pemikir untuk menemukan sesuatu yang baru, dengan syarat menciptakan sesuatu yang baru dan terjadi unconscious rearrangement dari simbul-simbul. Selain syarat kreatif juga Insight: dalam rangka berpikir ini merupakan stimulus lingkungan yang memicu berpikir kreatifnya yang mandeg atau berhenti sebelumnya.

 BERPIKIR KREATIF DAN EFEKTIF
1.      Ciri:
-          Tidak selalu IQ-nya paling tinggi
-          Mempunyai bakat dan kemampuan tartentu
-          Insight yang kuat bagi pemikir
-          Menghindari cara konvisional yang sudah diajukan orang lain
-          Memilih cara tersendiri
-          Interpretasi yang dibuat bukan berdasarkan consensus tetapi lebih merupakan interpretasi pribadi
-          Disertai MA yang baik dan CA harus baik

IQ ≈ Intelligence Quotient:  Skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan, tetapi hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
MA ≈ Mental Age: Kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan  (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur Dia saat itu atau umur kronologis ( CA ), maka akan diperoleh skor 1 (satu), dan skor ini kemudian dikalikan 100 yang dipakai sebagai dasar perhitungan IQ, bila MA lebih tinggi dari CA maka akan diperoleh skor lebih tinggi dari 100, yang mengindikasikan kemajuan intelektual. Sebaliknya bila MA lebih lebih rendah dari CA akan diperoleh skor kurang dari 100 yang mengindikasikan keterbelakangan intelektual.
Dengan Rumus:

IQ  =    Mental Age    X   100
              Chronological Age


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERPIKIR KREATIF
1.      Kemampuan kognitif
2.      Sikap terbuka
3.      Sikap yang bebas, otonom, percaya diri sendiri

PEMECAHAN MASALAH (PM)
            Biasa disebut Problem Solving (PS) yaitu individu yang diharapkan kepada persoalan atau problem yang mendesak perlu dilakukan pemecahanya atau solusinya dengan pemikir. Dalam pemecahan masalah dapat menggunakan insight atau pemahaman, dan PS/PM ini merupakan metode atau cara yang paling cocok dan baik untuk cara belajar untuk cara belajar efektif di perguruan tinggi.

TAHAP-TAHAP PROBLEM SOLVING
1.      Mencoba mengasah memori untuk mengetahui cara-cara apa saja yang efektif
2.      Mencoba seluruh kemungkinan pemecahan yang pernah diingat atau dipikirkan, disebut penyelesaian mekanis
3.      Menggunakan lambang-lambang atau verbal untuk mengatasi masalah
4.      Selanjutnya terlintas dalam pikiran atau insight solution

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PS
1.      Motivasi
2.      Kepercayaan dan sikap yang salah
3.      Kebiasaan
4.      Emosi
Dalam pelaksanaan Problem solving atau pemecahan masalah harus segera mengambil sikap dalam pengambilan keputusan pemecahan masalahnya karena individu biasanya dalam kondisi terdesak untuk segera melakukan pengambilan keputusan dengan beberapa alternative yang sudah dipikirkan atau disiapkan dalam kondisi atau waktu tertentu.

TEKNIK PEMECAHAN MASALAH YANG CEPAT-TEPAT-EFEKTIF-EFISIEN
1.      Menetapkan keputusan atau Decision Making (DM)
Salah satu fungsi berpikir adalah menetapkan keputusan karena DM adalah hasil berpikir, hasil usaha intelektual, keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternative dan keputusan selalu melibatkan tindakan nyata sekalipun pelaksanaanya boleh ditangguhkan atau dilupakan.
Decision making biasanya dibarengi dengan prasyarat cepat, tepat, efektif, efisien tidak menimbulkan konflik.
2.      Mengerti akan konsep
Perkembangan bicara: bicara otomatis, berbahasa karena berbicara, menggunakan bahasa sebagai alat.
Tugas pokok perkembangan bicara:
-          Mengerti pembicaraan
-          Menambah perbendaharaan kata
-          Menyusun kata-kata
-          Pengucapan yang benar
3.      Mengerti akan konsep bahasa
Bahasa dalam hubunganya dengan perkembangan berbicara berfungsi sebagai:
-          Instrument
-          Regulasi
-          Interpersonal
-          Personal
-          Heuristil
-          Imaginative
-          Informative
4.      Berbicara dan atau berbahasa dapat dilakukan secara lisan, tulisan atau isyarat, manusia mengucapkan kata-kata dan kalimat dengan cara tertentu dan setiap cara berbicara memberikan maksud tersendiri atau pesan paralinguistic.
5.      Pengertian bahasa
Definisi fungsional bahasa adalah alat yang dimiliki bersama untuk mengucapkan gagasan
Definisi formal, bahasa sebagai semua kalimat yang terbayangkan yang dapat dibuat menurut peraturan tata bahasa
6.      Perkembangan bahasa merupakan proses yang majemuk
-          Membantu mengorganisasi persepsi
-          Mengarahkan berpiki
-          Mengontrol tinadakan
-          Membantu memory
-          Mengubah emosi

HUBUNGAN BERPIKIR, BELAJAR, DAN INGATAN
            Hasil proses berpikir akan dapat diaplikasikan kedalam proses belajar, sarat dengan ingatan, sebagai tempat mengingat, menyimpan data baik dengan waktu yang relative pendek maupun penyimpanan data ingatan untuk jangka waktu yang panjang atau selamanya.
Didalam proses belajar dan ingatan, factor lupa merupakan factor yang berpengaruh penting dalam kehidupan berpikir menggunakan otak.
Berpikir yang mengundang hal-hal yang pasti atau exacta dipergunakan otak kanan bagian luar, sedangkan berpikir yang mengandung muatan fiksi dan bahasa menggunakan otak kiri.
Pemecahan masalah merupakan stimulus proses belajar, berpikir, mengingat dan menjawab  atau merespon dalam bentuk pengambilan keputusan.
Aplikasi berpikir ada dua macam, yaitu berpikir deduksi yaitu berangkat atau berawal dari berpikir dari hal-hal yang umum kearah hal-hal yang lebih khusus, dan berpikir induksi ialah berangkat dari berpikir dari hal-hal yang khusus kearah hal-hal yang umum.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar