Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 03 Maret 2012

HUBUNGAN INDIVIDU DALAM KEPERAWATAN


HUBUNGAN INDIVIDU
DALAM KEPERAWATAN

            Hubungan terjadi apabila dua manusia menjalin suatu relasi atau relationship, kehidupan mereka akan saling terjalin satu dengan yang lain, apa yang dilakukan oleh yang satu akan mempengaruhi yang lainya. Orang lain dapat membuat kita sedih atau gembira, menceritakan kabar burung yang terbaru atau mengkritik pendapat kita, memberi kita hadiah atau malah membuat kita kehabisan uang.
Tergambar adanya beberapa faktor yang berperan dalam suatu hubungan, yakni keyakinan, perasaan, dan prilaku, sehingga kita dapat mendefinisikan bahwa hubungan sebagai sesuatu yang terjadi bila dua orang saling mempengaruhi satu sama lain, bila satu bergantung pada yang lain.

Kelley Etal, 1983:
·         Hubungan antar manusia dalam arti luas adalah komunikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan ketenangan.
Hal ini sangat penting kita terapkan dalam proses keperawatan dimana klien memerlukan informasi tentang kesehatan dan cara menanggulangi masalah kesehatan atau masalah keperawatan.
·         Hubungan antar manusia dan kepuasan hati pada kedua belah pihak dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.
Hubungan antar manusia dalam arti sempit  adalah komunikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam situasi kerja atau work situation dan dalam organisasi kekaryaan work organization dengan tujuan untuk menggugah kegairahan dan kegiatan bekerja dengan semangat kerja sama yang produktif dengan perasaan bahagia dan puas hati.
Hubungan perawat dalam proses keperawatan menunjukan kemampuan seorang perawat dalam mengkomunikasikan hasil kajian yang didapat kepada klien, keluarga dan tidak terlepas hubungan setiap petugas keperawatan yang ada bersama, serta selalu berkomunikasi dan berdiskusi dalam tim keperawatan, termasuk dokter dan ahli lainya yang berhubungan dalam upaya penanganan masalah kesehatan atau keperawatan.

KOMUNIKASI
            Usaha menumbuhkan respon melalui lambang-lambang, verbal, ketika lambang-lambang verbal itu sebagai stimulasi komunikasi yang baik yaitu sarat dengan komunikasi intra personal atau komunikasi diantara individu dibatasi pada komunikasi manusiawi.
Komunikasi yang efektif menimbulkan: pengertian-kesenangan-pengaruh pada sikap-hubungan yang makin baik-tindakan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi:
1.      Tahap paling awal dari penerimaan informasi adalah sensasi atau penginderaan
2.      Tahap berikutnya persepsi atau pengertian
3.      Kemudian tahap perhatian atau attention membantu terjadinya komunikasi dan penerimaan informasi
4.      Bahasa, pesan dan penerimaan pesan

KOMUNIKAN
←------------------------→
KOMUNIKATOR

-berposisi pasif-aktif
-berusaha terbuka
-memiliki perasaan komunikatornya
-Mendengar dengan penuherhatian
-Hubungan intra personal
-berbahasa dengan baik



MASSAGE

Menggambarkan:

-informasi
-nasehat
-bujukanmenggerakan    contoh
-memberi pertanyaan secara langsung


-menilai diri jujur
-mengembangkan   penyerahan
 diri
-berkepribadian baik
-daya tarik fisik

HAM DAN KOM
ANTARA PERAWAT-DOKTER-PASIEN-KELUARGA PASIEN

PASIEN
                
DOKTER ß--àKELUARGA

Pesan-pesan telah dirumuskan dalam konsep keperawatan dan prilaku manusia, kepada Perawat sudah dibekali etik sehingga dalam HAM dan KOM terhadap Pasien dan Dokter sarat dengan etika moral, disiplin dan bertanggung jawab. Pendekatan fase ke fase relationship perlu dilakukan dalam HAM dan KOM, banyak diwarnai oleh sikap, minat, kepribadian dan perasaan serta kecakapan seseorang.
Penilaian diri atau persepsi terhadap diri/konsep diri banyak berpengaruh terhadap HAM dan KOM inter personal agar bisa berjalan baik tanpa distress, sehingga faktor daya tarik, reinforsemen, fammilieritas, proximity/kedekatan, kemampuan sangat menentukan keberhasilan berkomunikasi.
           
Faktor yang menumbuhkan HAM dan KOM interpersonal:
1.      percaya (trust)
2.      empaty
3.      kejujuran
4.      sportif
5.      terbuka

HAM DAN KOMUNIKASI KELOMPOK
            Berbalik arah dengan hubungan interpersonal, titik berat pemikiran berada pada kelompok manusia bukan individu terhadap individu. Model-model kelompok: out group, primary, dll akan memberi warna kepada HAM dan KOM sistem komunikasi kelompok, konfirmasi dan polarisasi.
HAM dan KOM yang telah dipelajari oleh Perawat akan menambah wawasan relasi, komunikasi, interaksi dan HAM bagi perawat, sangat berguna dalam mengaplikasikan teori asuhan keperawatan karena HAM dan KOM dapat dijadikan sebagai jembatan untuk lebih memahami pasien, dan bermanfaat juga dalam pergaulan inter antar perawat dengan Dokter, Pasien dan Keluarga.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP HAM YANG BAIK
            Manusia itu sendiri yang paling utama dalam human relationship sebagai proses rohaniah yang menyangkut watak, sifat, perangai, sikap, kepribadian dan tingkah laku menuju suatu kebahagiaan atau kepuasan hati.
HAM gagal karena tidak sampai menimbulkan “rasa puas”, oleh karena itu ada empat unsur prilaku yang harus dan wajib dilakukan manusia sehingga dalam melaksanakan HAM dapat berjalan dengan baik dan merasa puas, yakni:
1.      kebutuhan
2.      motivasi
3.      aktivitas
4.      tujuan
Unsur-unsur diatas merupakan faktor internal yang akan yang akan mempengaruhi HAM, sedangkan faktor eksternal adalah “bagaimana individu atau manusia itu berinteraksi, bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan baik.” Karena komunikasi yang baik ditentukan pula oleh faktor manusianya sendiri, faktor lingkungan dan faktor bawaan.
Sifat ekstrovert lebih mementingkan:
-           Lingkungan dan diri sendiri
-          Berhati terbuka
-          Gembira dan ramah
-          Lancar dalam pergaulan
-          Punya sikap hangat
-          Cepat mendapat kawan
Faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap HAM yang baik adalah “keberadaan individu dalam kelompok, kondisi sehat, kondisi sakit serta sikap, kepribadian, minat dan kecakapan baik komunikan maupun komunikator”.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar